Avila Bahar kembali juara ITCR 1200 untuk musim ketiga beruntun. Membela Honda Racing Indonesia, ia mengunci gelar 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Sabtu (17/10/2026), sekaligus melengkapi double hattrick: enam musim beruntun juara nasional sejak 2021.
Fakta utama
- Kejuaraan: Kejurnas ITCR 1200 2026
- Tim & mobil: Honda Racing Indonesia, Honda Brio RS, kategori Seeded A
- Gelar dikunci: Menang Race 1 seri final Mandalika, 17 Oktober 2026
- Poin akhir: 139, unggul 42 poin dari posisi kedua
- Musim 2026: 3 kemenangan, 6 podium dari 6 race, lap tercepat 2:04.644 di seri final
Juara ITCR 1200 tiga musim beruntun
Gelar 2026 melengkapi hattrick Avila di ITCR 1200: juara di 2024, 2025, dan kini 2026. Gelar ini sekaligus melengkapi hattrick kedua. Sebelum pindah ke Honda Brio RS, Avila sudah juara ITCR 1500 tiga musim beruntun dari 2021 sampai 2023. Artinya, 2026 adalah gelar juara nasional keenamnya secara beruntun.
Avila menutup musim dengan 139 poin. Amato Rudolph (Toyota Gazoo Racing Indonesia) ada di posisi kedua dengan 97 poin, dan Daffa AB (Razaiq Motorsport) ketiga dengan 92 poin. Semua itu diraih di kategori Seeded A, dengan beban tambahan sesuai regulasi untuk pembalap tercepat.

Selalu podium, gak pernah absen
ITCR 1200 adalah kelas paling ramai di balap mobil nasional. Lebih dari 30 mobil turun tiap putaran, dan selisih di barisan depan sering cuma sepersekian detik. Sepanjang musim, Avila tidak sekali pun finis di luar tiga besar.
Ia membuka musim dengan finis kedua. Di putaran Juni, ia jadi yang tercepat di latihan dengan 2:02.841, lalu merebut pole position dan menang pada 14 Juni. Dua podium lagi datang di Agustus, dan musim ditutup dengan dua kemenangan di seri final Oktober.
| Putaran | Tanggal | Hasil |
|---|---|---|
| Putaran 1 | 1–3 Mei | P2 |
| Putaran 2 | 12–14 Juni | Pole dan menang, tercepat di latihan (2:02.841) |
| Putaran 3 | 14–16 Agustus | Dua podium |
| Putaran 4 | 16–18 Oktober | Race 1 P1 (kunci gelar), Race 2 pole, P1, lap tercepat 2:04.644 |
Ditutup dengan sempurna di Mandalika
Superpole Race 1 hari Sabtu dipegang Amato Rudolph. Tapi Avila tetap sabar, menjaga ritme, dan finis paling depan setelah 12 lap dengan waktu 29 menit 4,558 detik. Amato finis kedua dan Zharfan Rahmadi ketiga. Kemenangan ini langsung mengunci gelar juara, bahkan sebelum race terakhir dimulai.
Gelar sudah aman, tapi Avila tetap gas pol. Di Race 2 hari Minggu, ia start dari pole position, memimpin sejak awal, dan tidak pernah melepas posisi terdepan. Daffa AB finis kedua dan Sebastian K Tamuntuan (Dewa United) ketiga. Avila juga mencatat lap tercepat 2:04.644 di lap keenam, saat performa ban sudah mulai turun.
Seusai balapan, Avila berterima kasih kepada seluruh tim dan mekanik atas kerja keras mereka menyiapkan mobil untuk seri final.

Enam gelar juara nasional beruntun
Rangkaian gelar ini diraih di dua kelas dan dengan dua mobil berbeda. Lima dari enam gelar diraih di kategori teratas kelasnya, dari 2022 sampai 2026. Di 2024, Avila bahkan turun di ITCR 1500 dan ITCR 1200 sekaligus, dan tetap juara ITCR 1200 di musim debutnya.
| Musim | Kelas | Poin |
|---|---|---|
| 2021 | ITCR 1500, Rising Star | 91 |
| 2022 | ITCR 1500, Master | 69 |
| 2023 | ITCR 1500, Seeded A | 71 |
| 2024 | ITCR 1200 | 88 |
| 2025 | ITCR 1200 | 137 |
| 2026 | ITCR 1200, Seeded A | 139 |
6Gelar nasional beruntun
139Poin di 2026
6/6Podium musim ini
Akhir pekan itu juga manis untuk seluruh tim. Poin Avila ikut membawa Honda Racing Indonesia meraih juara tim ITCR 1200 ketiga beruntun, dan sang ayah, Alvin Bahar, menang di kelas ISTCR 3600 di event yang sama. Dua bulan sebelumnya, Avila juga sudah lebih dulu juara MTCC 2026 bersama Honda Malaysia Racing Team.
Selanjutnya
Masih ada satu balapan lagi di kalender Avila tahun ini: Sepang 1000 km di Malaysia, 18–21 November, bersama Honda Malaysia Racing Team. Jadwal dan hasil lengkap ada di halaman Racing.